Jumat, 31 Desember 2010

Pemeriksaan Fisik


PEMERIKSAAN NEUROLOGI
Pemeriksaan fisik neurologi dilakukan untuk mengetahui tingkat kesadaran seseorang.
Pemeriksaan neurologi prosedurnya diawali. Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan. Penderita dipersilahkan berbaring dengan posisi pemeriksa disebelah kanan pasien.
Pemeriksaan neurologi ini dilakukan perhitungan tingkat kesadaran dengan menggunakan alat yaitu Glascow Coma Scale. Pemeriksaan ini tedapat beberapa tahapan : 
  •    a. Nilai tanggap reaksi mata.
-          Nilai 4 bila klien dapat membuka mata secara spontan atau tanpa disuruh.
-          Nilai 3 bila klien dapat membuka mata sesuai dengan perintah.
-          Nilai 2 bila klien dapat membuka mata dengan rangsangan.
-          Nilai 1 bila tidak adanya reaksi dari pasien.
  •    b. Nilai tanggap reaksi bicara.
-          Nilai 5 bila klien dapat berbicara dengan baik.
-          Nilai 4 bila klien dapat berbicara tetapi membingungkan (kalimat dan kata-kata baik tetapi hubungan dengan pertanyaan tidak baik).
-          Nilai 3 bila klien dapat bicara tetapi lebih membingungkan lagi. Kalimat tidak tersusun dengan baik walau kata-katanya terbaca.
-          Nilai 2 bila klien hanya dapat menggumam saja (masih terdengar suarar atau nada).
-          Nilai 1 bila klien diam (tidak terdengar suara).
  • Nilai tanggap reaksi motorik.
-          Nilai 6 bila klien dapat mengikuti perintah dengan baik.
-          Nilai 5 bila klien dapat menjalankan perintah, dan gerakan hanya melokalisir rangsangan (menolak cubitan).
-          Nilai 4 bila diberi rangsangan klien hanya menghindar atau tanpa penolakan.
-          Nilai 3 bila diberi rangsangan klien hanya melakukan gerakan fleksi.
-          Nilai 2 bila diberi rangsangan klien melakukan gerakan ekstensi saja.
-          Nilai 1 bila tidak ada gerakan sama sekali.
Pemeriksaan neurolgi juga dapat dilakukan dengan cara kedua yaitu dengan mengetahui adanya tanda-tanda rangsangan otak(meningeal sign).
-          Ukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer untuk mengetahui adanya panas.
-          Tanyakan pada klien (bila sadar) apakah klien merasakan sakit kepala (nyeri kepala) atau tidak.
-          Letakkan telapak tangan kiri dibawah leher klien (cervical),lakukan perabaan dan penekukan kepala untuk mengetahui adanya tanda-tanda kaku kuduk.
-          Amati, apakah klien mengalami muntah atau tidak, jika mengalami muntah amati berapa banyak muntah, dan mulai kapan terjadi muntah.
-          Serta amati, apakah klien mengalami kejang-kejang, perhatikan kejang yang terjadi(local atao general).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar